Religious Myspace Comments

Selasa, 15 Februari 2011

Rabu, 14 Juli 2010

Tetap Semangat!!!







Memasuki hari pertama Proses Belajar Mengajar (PBM) di CERDAS sungguh suatu yang sangat menyenangkan. Wajah-wajah siswa/i baru berbaju baru dengan senyum ceria dan penuh semangat sungguh menyejukan hati ini. Alhamdulillah walau dengan kondisi tempat belajar baru yang sederhana namun tidak mengurangi semangat kami para guru untuk terus mendidik dan mengajar.

Kami berharap dan berdo'a, berbekal pengalaman dan semangat kami selama ini dalam medidik dan mengajar,  tidak mengurangi nilai keikhlasan yang kami bina selama ini. Kami sadar, kami (para bunda guru) dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, kami bertekad untuk tetap memberikan yang terbaik. Kritikan dan saran yang positif  selama ini dari para wali siswa membuat kami semangat untuk terus berkreasi, berinovasi, dan berimprovisasi dalam mendidik dan mengajar di CERDAS ini.

Suatu hal yang tak ternilai dan membanggakan bagi kami ketika alumni CERDAS bisa diterima dijenjang yang lebih tinggi dan  mereka tidak hanya bisa beradaptasi dengan cepat tetapi juga sekaligus berprestasi di tempat mereka yang baru (SD/MI).

Kami memang masih belia dalam usia dalam mendidik dan mengajar (+/- 10 tahun) tapi kami akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik, serta bisa berperan serta dalam mencerdaskan anak bangsa ini.

Berbagai pengalaman pahit selama ini yang pernah kami rasakan ditempat sebelumnya akan kami kenang dan jadikan pengalaman berharga dalam menggeluti dunia pendidikan khususnya ditempat kami sendiri dan umumnya dunia pendidikan di Indonesia.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh oran tua siswa/i CERDAS yang menaruh kepercayaan penuh kepada kami untuk mendidik dan mengajar. Kepercayaan dan senyum anak-anak sungguh menjadikan modal utama kami untuk tetap terus memberikan yang terbaik.

Mudah-mudahan Allah swt selalu memberikan kesehatan dan kesabaran kepada kami (para bunda guru).


Kamis, 01 Juli 2010

Cerdasku Sayang...Cerdasku Malang...!

Cerdasku...
Genap sepuluh tahun lebih kami berkiprah didunia pendidikan prasekolah, sudah banyak prestasi yang kami torehkan namun cobaan demi cobaan masih kami alami namun hal tersebut tidak menyurutkan kami untuk terus berjuang dan berkiprah untuk anak bangsa khususnya dilingkungan kami.

Kilas balik cerdas berawal ketika kami ingin membantu anak-anak diusia dini untuk menikmati pendidikan murah/terjangkau dengan fasilitas seadanya, dari lorong rumah bekas garasi mobil kami memulai kiprah kami.

Kami sadar akan banyaknya lembaga pendidikan prasekolah dilingkungan kami yang memadai namun secara kualitas masih banyak kekurangan terutama tenaga pendidik yang kurang memadai dari tingkat profesionalismenya atau latar belakang pendidikannya.

Hambatan demi hambatan kami lalui alhamdulillah sampai sekarang kami masih eksis dan terbukti lulusan dari lembaga CERDAS amat diperhitungkan ketika mereka memasuki jenjang yang lebih tinggi. Mereka berprestasi dikelasnya masing-masing baik secara akademis maupun non akademis.

Alhamdulillah memasuki tahun ke sembilan kami mendapatkan tawaran untuk menempati gedung yang menurut kami sangat representatif dan strategis milik seseorang yang terhormat Bpk. H.U.S seorang pengusaha sukses yang terketuk hatinya untuk membantu kami di bidang sarana dan prasarana.

Setahun berlalu kami menempati tempat tersebut, namun kami tidak menyangka, sungguh diluar dugaan kami ditahun kedua ditempat tersebut kami harus membayar uang sewa sebesar 10 s/d 12 juta pertahun, hal yang tak pernah dibicarakan/disinggung sebelumnya diawal ketika kami diminta mengisi tempat beliau.

Kami terhentak, kaget, sekaligus heran. Kami tak menyangka akan ada hal demikian. Kami berfikir beliau tulus ikhlas membantu kami didunia pendidikan tapi ternyata...

Dulu kami pernah menyarankan beliau untuk membuat semacam perjanjian atau sejenisnya demi kelancaran lembaga pendidikan ini tapi beliau menolak dan mengatakan tak perlulah hal demikian karena kami masih ada pertalian keluarga yang sangat dekat dan kuat.

Kami berfikir selama ini bisa jalan atau terlaksananya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta terpenuhinya honor guru (walaupun kami banyak defisitnya daripada surplusnya) sudah syukur alhamdulillah, tapi kini kami harus bayar dengan apa sewa gedung semahal itu??? karena sebelumnya kami tidak pernah diberitahu/diinformasikan jika kami harus membayar sewa gedung yang tidak pernah disinggung-singgung sebelumnya (diawal kami diajak pindah untuk mengisi gedung miliknya).

Suatu pagi kami ditelepon beliau bahwa seluruh barang-barang perlengkapan KBM di CERDAS sudah dikeluarkan dan harus segera pindahkan dari tempatnya, karena kami tidak ada kemampuan untuk membayar sewa gedung tersebut. Dengan derai airmata dan rasa sedih yang sangat mendalam kami memindahkan seluruh barang-barang perlengakapan KBM kami yang sudah berantakan berada di luar/halaman gedung tersebut.
Jujur, kami merasa tertipu, sungguh tega, kami selama ini tulus ikhlas berkiprah didunia pendidikan prasekolah kalaupun ada penghasilan itupun jika ada diantara siswa kami yang membayar, karena di tempat kami menerapkan sistem subsisdi silang. Bagi mereka yang kurang mampu/yatim/piatu memang kami bebaskan dari iuran bulanan dll (GRATIS), sedangkan bagi mereka yang mampu untuk bisa membantu yang kurang beruntung.

Cobaan kami ternyata tidak sampai disitu saja, setelah kami mendapat pinjaman gedung bekas garasi mobil (tepat didepan gedung lama kami diberi tumpangan) yang tak terpakai kemudian kami tata rapi maka jadilah tempat KBM sederhana tapi ternyata gedung tempat kami dulu isi milik bpk. HUS pun mendidirikan TK/PAUD sama persis yang kami jalani selama ini. Apa maksudnya semua ini???

Apakah kami selama ini hanya dijadikan "PEMANCING MASSA???" sehingga ketika tempat tersebut dikenal dan banyak orang tahu ada lembaga pendidikan disitu lalu kami "DICAMPAKAN" atau "DIUSIR" begitu saja, dengan dalih bahwa ditempat tersebut akan dipakai seluruhnya untuk "SDIT ....." . Namun ternyata dipakai untuk mendirikan TK/PAUD yang sama seperti kami kelola selama ini, serta ruang kelas SDIT... .

Kami sangat sedih kenapa lembaga pendidikan yang kami sudah rintis dengan tulus ikhlas serta perjuangan yang lebih dari 10 tahun ini dijadikan "komoditas bisnis" /"merasa dipermainkan" oleh "someone" yang secara ekonomi jauh lebih beruntung dari kami.

Yaa Allah kuatkanlah kami dari segala cobaan ini...
Hanya kepada-Mu lah kami memohon...
Semoga kami bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan bisa kami jadikan cobaan ini untuk lebih tegar, sabar dan penuh ikhlas menjalaninya...



Ditulis oleh: H.Rahmatullah, S.Pd.,M.Pd
Pendidik/Ketua penyelenggara KB/TK/PAUD CERDAS
d/a Parungkulon Durenmekar Bojongsari-Depok
Email: cerdasku@gmail.com


Terima kasih atas respon dari semua pihak atas tulisan diatas termasuk yang bersangkutan (Bpk.HUS) yang datang langsung kerumah kami untuk meminta maaf. Terlepas dari tulus atau tidaknya permintaan maaf tersebut kami sangat menghargai sikap "gentle" nya.

Jumat, 25 Juni 2010

Wisudaku & Manasikku 2010


Alhamdulillah tahun ini cerdas sudah mewisuda siswa/i nya untuk angkatan yang ke-X
tahun 2010, mudah-mudahan bunda-bundanya tambah sabar dalam menghadapi segala cobaan....
Para wisudawan dan wisudawati TK/KB/PAUD CERDAS kami ucapkan selamat... Semoga menjadi anak yang sholeh dan sholehah taat dan patuh kepada orang tua, guru dan berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa...Amien

Inilah para wisudawan/wisudawati angkatan ke X tahun 2010:

Sabtu, 22 Mei 2010

OUTING ACTIVITY



Kecerdasan

Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini

Pengembangan kecerdasan anak hendaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting guna memberikan start yang baik bagi perkembangan anak selanjutnya. Pertumbuhan setiap jenis sel selalu berbentuk kurva, mulai naik dengan cepat untuk kemudian mencapai puncak (peak) dan turun secara perlahan-lahan. Dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan kecerdasan anak sejak dini, diharapkan potensi kecerdasan anak dapat mencapai puncak performannya. Disamping itu hasil penelitian juga membuktikan bahwa kecerdasan bukan hanya urusan besar kecilnya volume otak, tetapi juga banyak sedikitnya hubungan sel-sel syaraf yang ada di otak. Semakin banyak rangsangan pada otak maka hubungan sel-sel syaraf akan semakin banyak atau anak menjadi semakin cerdas. Permainan yang mendidik, tubuh yang sehat, pengalaman yang bermakna merupakan salah satu contoh bagaimana upaya merangsang hubungan sel-sel syaraf.

Dulu IQ (Intelligence Quotient) dianggap sebagai satu-satunya penentu keberhasilan hidup seseorang. Namun kini IQ saja tak cukup jika tak dibarengi EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), ESQ (Emotional Spiritual Quotient), dan CQ (Creativity Quotient). Dari ciri-ciri kehidupan sosial anak sehari-hari dapat diidentifikasi sejauhmana kecerdasan anak Anda. Dari situ Anda tidak perlu pesimis tetapi tinggal memperbaikinya saja…Teori memperbaikinya mudah…tetapi prakteknya membutuhkan kesabaran, ketlatenan dan harus mau menyisihkan waktu guna memperhatikan, mendampingi dan membimbing anak……

Kecerdasan Akal atau IQ
IQ bisa diukur dengan menggunakan instrumen tertentu semisal tes. Jika ukurannya 90 ke bawah berarti IQ-nya dibawah rata-rata; 110 berarti rata-rata; lebih dari 120 adalah diatas rata-rata; dan diatas 130 berarti superior. Jangan khawatir jika hasil tes kurang memuaskan karena IQ anak yang kurang tidak selalu disebabkan oleh gen yang buruk (apalagi cara pengukuran melalui tes yang hal itu hanya pendekatan…), tetapi ada kemungkinan karena lingkungan yang kurang mendukung. Stimulasi-stimulasi permainan mendidik dapat digunakan untuk memperbaiki kecerdasan anak. Disamping itu pemberian gizi yang bagus, terutama protein nabati dan hewani diyakini dapat meningkatkan kecerdasan anak. Protein dapat diperoleh dari kelompok padi-padian, kacang-kacangan, daging, hati (lihat pada orang tua perlu dibatasi tetapi pada anak sangat bermanfaat), telur, susu, keju dan ikan. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa otak bukanlah organ yang berdiri sendiri. Jika organ tubuh yang lain sehat, dan itu bisa dilatih melalui kegiatan olah raga dengan dibarengi asupan gizi makanan yang seimbang, perkembangan otak juga akan tumbuh optimal. Belum lagi teori mengenai otak kanan dan otak kiri yang juga harus dirangsang secara seimbang (dilain kesempatan akan saya bahas tersendiri).

Kecerdasan Emosional (EQ)

Pada balita cerdas emosi dapat dilihat dari sosialisasinya. Mereka biasanya bisa berbagi, ramah pada orang, berani menyapa, bisa berinteraksi, bisa tenggang rasa pada orang lain, punya disiplin diri dan tanggung jawab, percaya diri dan tidak cepat merasa takut. Anak Anda mengalami masalah-masalah terkait dengan uraian diatas ? Tenang saja, mungkin Anda salah dalam memperlakukan anak Anda. Kadang-kadang karena terlalu sayang kita menjadi over protektif terhadap anak. Dan dalam jangka panjang hal itu akan mengganggu kondisi psikis anak. Semuanya bisa dilatih dan diperbaiki. Dan kuncinya ada pada bagaimana Anda memberikan lingkungan sosial yang baik bagi anak.

Kecerdasan Spiritual (SQ)
Ciri anak yang SQ-nya bagus adalah baik terhadap sesama dan rajin menjalankan ibadah. Saat berinteraksi dengan sesama dan lingkungan, anak akan cenderung ramah dan baik pada siapapun, tak pernah membuka kejelekan orang dan mengerti nilai-nilai luhur Sang Pencipta. Pesan saya jangan hanya diserahkan pada guru ngaji yang Anda datangkan khusus buat anak Anda….

ESQ (Emotional Spiritual Quotiont)
Kecerdasan ini merupakan gabungan EQ dan SQ. Contoh yang mudah adalah ketika temannya sakit, anak suka bilang ”ayo dong kita jenguk” atau pas ada temannya disakiti dia akan bilang ”jangan sakiti dia to? Khan kasihan..” Juga jika dia punya makanan dia akan memberikan sebagian pada temannya yang pengen…ESQ harus dijaga dan dimunculkan. Kalau tidak jika anak beranjak besar dan mengalami hal-hal yang kompleks, kadang yang muncul hanya EQ-nya: luapan-luapan emosi muncul berapi-api sehingga timbul pertengkaran-pertengkaran.

CQ (Creativity Quotient)
Kreativitas yang menonjol pada anak batita adalah kretaivitas imajinasi. Misalnya kardus TV besar dia jadikan sebagai rumah-rumahan, sebuah balok kayu dijadikan sebagai mobil-mobilan atau boneka. Anak yang memiliki kreativitas tinggi biasanya cenderung cerewet, mau tau apa saja, banyak bertanya apa yang dilihatnya dan banyak membantah jika jawabaannya kurang memuaskan. Disini orang tua diharapkan lebih bersabar dan tidak membentak anak yang cerewet karena begitu dia takut bertanya maka…. Kalau bernyanyi kadang-kadang anak memiliki lagu ciptaan sendiri yang terkesan aneh tapi lucu tentu saja…Juga saat menggambar…dia akan berbuat semau gue dalam mencoret…. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mendikte gambar anak….misalnya gambar pemandangan itu selalu ada dua buah gunung, matahari dan ada rumah ditepi jalan. Ini yang menyebabkan kreativitas anak hilang dan saat besar (sampai pelukis amatiran pun) jika menggambar pemandangan pasti ada gunung dua….

Dikutip dari: http://indahdanlina.blogsome.com/2007/02/19/optimalkan-kecerdasan-anak/

Survey Berhadiah Dollar